Wanita-wanita di Posisi Puncak
Menduduki posisi tinggi di organisasi bagi wanita kini bukan sekadar angan-angan. Sejumlah wanita telah menunjukkan dirinya mampu sebagai pemimpin yang tangguh. John Naisbitt dan Patricia Abdurdence dalam bukunya “Megatrend 2000″ sudah meramalkan, salah satu tren penting dunia adalah era kepemimpinan wanita. Disebutkannya bahwa wanita akan mengambil alih posisi puncak kepemimpinan dalam berbagai organisasi penting.
Naisbitt dan Abdurdence berpendapat, secara genetik wanita punya banyak karakter yang menyeimbangkan kepemimpinan yang sebagian besar diisi oleh kaum lelaki. Dunia laki-laki yang banyak diisi dengan dimensi maskulin seperti kekuatan, cara berpikir logis, keras, dan berotot, perlu diimbangi dengan sifat-sifat feminin seperti kelembutan, kepedulian, perasaan, dan fleksibilitas.
Pengalaman beberapa orang yang pernah dipimpin oleh atasan wanita menunjukkan bahwa sifat-sifat feminin itu justru menjadi kekuatan wanita. Mereka sepakat bahwa wanita pemimpin memiliki kepedulian yang tinggi terhadap rekan kerja maupun bawahannya.
Harus diakui, karakter paling menonjol yang muncul dari wanita pemimpin adalah, mereka sangat gigih memperjuangkan prinsipnya. Selain kuat memegang prinsip, wanita pemimpin cenderung menjadikan dirinya sebagai role model (panutan) bagi orang lain.
Bagi wanita pada umumnya, menjadikan diri mereka sebagai sosok panutan bukan hal yang menyulitkan. Berbagai jajak pendapat yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kebanyakan wanita pekerja, baik yang profesional maupun pekerja rendahan, berpendapat bahwa mereka memberikan teladan yang baik untuk anak-anak. Dapat disimpulkan bahwa para wanita berupaya keras menjadikan dirinya baik lantaran mereka ingin nilai-nilai itu diserap oleh anaknya. Tanpa disadari, dalam bekerja pun mereka membawa nilai-nilai tersebut ke dalam pekerjaannya.
Untuk melengkapi informasi, HC bekerja sama dengan LEAD PRO, konsultan SDM yang mengkhususkan pada pemetaan talent individu. Dari 129 wanita manajer yang diteliti oleh LEAD PRO, H. Rama Royani mengungkapkan, terdapat 10 bakat tertinggi yang terlihat menonjol dibandingkan rata-rata orang Indonesia. Apa saja ke-10 bakat (talent) tersebut? Untuk mengetahuinya lebih dalam, temukan jawabannya di Majalah HC edisi 61/April 2009.
Strategi HR:
Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap berbagai perubahan di dalam proses bisnis. Karena itu perusahaan dituntut untuk mampu beradaptasi, mempunyai ketahanan, melakukan perubahan dengan cepat, dan memusatkan perhatiannya kepada pelanggan. Dalam suasana bisnis seperti ini, HR harus mampu berperan sebagai mitra kerja yang dapat diandalkan, baik oleh para pemimpin puncak maupun manajer lini. Sedikitnya ada 15 aspek yang perlu diketahui manajemen dalam mengelola organisasi di abad 21. Simak lebih dalam pembahasannya di Majalah HC edisi 61/April 2009.
Pijakan:
Banyak perempuan yang terpaksa bekerja untuk menopang kebutuhan keluarga. Di antara sekian banyak profesi yang bisa digeluti perempuan dalam mencari nafkah, terdapat pekerjaan-pekerjaan yang mewajibkan perempuan bekerja di malam hari. Pekerjaan ini bisa ditemukan di sebuah pabrik yang memiliki tiga shift kerja. Kita tahu, UU Ketenagakerjaan melarang adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam bekerja. Bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum bagi tenaga kerja perempuan yang terpaksa bekerja dalam aturan shift?
Kompensasi:
Hasil survei Watson Wyatt mengenai Global Strategic Rewards 2008/20009 menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia masih menghadapi kendala dalam mempertahankan karyawan yang berkinerja tinggi (top performing employees). Masalah yang sama juga dihadapi perusahaan-perusahaan Indonesia dalam mempertahankan karyawan dengan keahlian khusus (critical skilled employees) dan karyawan berpotensi tinggi (high employees). Bagaimana temuan survei mengenai faktor-faktor yang dapat menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan?
Hubungan Industrial:
Banyak cara dilakukan perusahaan untuk memberi apresiasi atas segala jasa dan sumbangsih karyawan yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya bagi perusahaan. Selain memberikan tunjangan, mengadakan program masa persiapan pensiun (PMPP) adalah cara yang kini banyak dilakukan perusahaan. Bagaimana PMPP di Wijaya Karya dan Astra International?
Pengembangan:
Manajemen pikiran (mind management) merupakan aktor utama dalam kesuksesan dan pengembangan diri manusia. Bagaimana membangun gaya hidup sukses bermodalkan mind management?
Simak rubrik lainnya:
- Akademia: Ketua Bakrie School of Management Dr. Regina Jansen Arsjah, S.E., M.Si
- CEO OCBC NISP: Parwati Surjaudaja
- Peluang: Menuai Untung di Bisnis Jamur Tiram
- Tidak ada komentar
- Print Artikel Ini
- Kirim ke Teman


Beri Komentar